Sabtu, 23 Mei 2009

pembuatan ranngkaian otomatis kipas skshouse

Setelah rangkaian utama dapat dirancang dan dikerjakan dengan baik langkah selanjutnya adalah merancang rangakaian otomatis pada system simulator ekshouse bahwa pada prinsipnya saya membuat alat dengan asumsi sebuah ruangan laboratorium komputer, kemudian untuk menjaga kesetabilan suhu dalam ruangan kita tentukan suhu yang diinginkan misalkan antara 29 0 C sampai 33 0 C maka jika suhu diatas 33 0 C kipas akan menyala dan jika suhu sampai 29 0 C maka lampu akan menyala. Rangkaian otomatis pada kipas dan lampu dapat kita tampilkan sebagai berikut :
gambar tidak bisa di tampilkan di blog

Jumat, 22 Mei 2009

penelitian sensor

Dari penelitian yang saya lakukan tentang alat implementasi simulator pembaca suhu ruangan di laboratorium komputer kampus Unversitas Respati Yogyakarta beroerintasi masalah suhu ruangan, dimana prinsip kerja pada alat yang kami kembangakan adalah hanya sebagai pengukur suhu pada ruangan. Suhu disini kita sesuaikan dengan kebutuhan peralatan kita gunakan misalkan dalam hal ini komputer. Suhu rata-rata ruangan pada 30 0C sampai 34 0 C . alat ini dengan prinsip ekshouse yaitu proses pendinginan ruangan dengan kipas hisap keluar dengan demikian suhu ruangan akan sama dengan suhu diluar ruangan.
Setelah kita mengetahui prinsip kerja dari alat maka kita tinggal memanfaatkan dengan cara yang tepat. Jika kita pahami pada alat system ekshouse ini suhu ruangan yang kita kondisikan hanya mampu sama dengan suhu diluar ruangan, bukan sesuai dengan yang kita inginkan untuk lebih rendah dari pada itu. Jika kita ingin lebih dingin perlu menggukan air conditioner (AC). Yang bisa dihubungkan dengan alat ini, sebagai otomatis suhu.

kesimpulan dan saran

5.1. Kesimpulan
1. Telah dapat dibuat sebuah alat pembaca suhu ruangan untuk laboratorium komputer yang dibuat dengan menggunakan sensor LM35. Secara keseluruhan, bagian-bagain sistem bekerja sebagaimana perancangan. Dengan parameter keberhasilan terlihat dari mampu membaca suhu yang selalu berubah mengikuti kondisi suhu ruangan yang ada, dan mudah dilakukan pengamatan karena menggunakan program penampil di monitor.
2. Pembuatan alat menggunakan simulator system ekshouse dimana jika suhu udara tinggi melebihi derajat yang kita inginkan maka led dan kipas dan sebaliknya kipas akan padam jika jika suhu yang ada telah sesuai dengan yang kita inginkan.
3. Pada system ekshouse ini suhu panas yang didinginkan hanya akan sama dengan suhu rata-rata di luar ruang, hal ini sesuai dengan teori udara yaitu udara akan mengalir dari suhu dingin ke suhu yang panas atau dari tekanan udara yang teinggi ke yang rendah. Akan lebih cepat perubahan dengan bantuan kipas.
4. Untuk melakukan pendingingan yang maksimal gunakan air condisioner alat ini fungsi utamanya hanya sebagai pembaca suhu yang berguna untuk menjaga ruangan pada rentang suhu yang diinginkan dengan proses otomatisasi.
5.2. Saran
Guna pengembangan lebih lanjut, atas kesimpulan yang didapatkan diberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Untuk yang ingin mengembangkan alat ini lebih lanjut dapat mengoptimalkan alat ini dengan sensor kelembaban yang lebih peka dan fungsinya akan bisa mendeteksi kelembaban udara, karena LM35 masih kurang peka terhadap suhu sekitar tapi harganya muarah hanya Rp. 15.000,- sedangkan untuk sensor kelembaban mencapai Rp.300.000,-
2. Alat yang saya buat menggunakan paralelport untuk masa sekarng ini kurang praktis karena kebanyakan komputer tidak menggunakan paralelport, jika ingin mengembangkan lebih praktis dapat dibuat dengan serial port .
3. Pengembangan alat ini dimungkinkan pada penggrak mesin pendingin AC ( air conditioner ) secara otomatis sesuai kenginan kita untuk pendinginan ruangan , misalkan untuk pendingin server tentu akan lebih dingin dari laboratorium komputer. Alat yang saya buat hanya menggunakan kipas angina sehingga masih kurang dingin.

ekshouse untuk pendingin ruangan lab komputer

Perancangan sistem memuat bagian sistem dan perjalanan proses keseluruhan, merupakan acuan untuk diturunkan menjadi perancangan yang lebih teknis sehingga akan terwujud sebuah implementasi simulator pembaca suhu ruangan di laboratorium komputer kampus Unversitas Respati Yogyakarta. Perancangan diwujudkan dalam bentuk diagram blok seperti ditunjukkan Gambar 3.1.